Published by Putu Widyatmika on 04 Sep 2011

Olimpiade Fisika XIX

HIMPUNAN MAHASISWA FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS UDAYANA

Menyelenggarakan

OLIMPIADE FISIKA xix

Tingkat SMP & SMA SE-Jawa BALI NUSRA

dan

Kompetisi Sains V Tingkat SD Se-Bali

LATAR BELAKANG KEGIATAN :

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tiap detik dunia berkembang sangat pesat, tiap menit ditemukan teknologi-teknologi baru. Semua hal itu tak lepas dari peranan “sains”, yang merupakan dasar dari semua perkembangan dan kemajuan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan alam pun sangat diperlukan, guna mengantarkan, Indonesia sebagai negara yang inovatif di bidang sains dan teknologi. Seiring dengan hal tersebut, HIMAFI FMIPA UNUD turut berpartisipasi secara aktif melalui Olimpiade Fisika XIX, dengan tema kegiatan :

“ Kompetisi Sains sebagai Langkah Awal dalam Membentuk Insan yang Kreatif dan Kompetitif ”

DASAR KEGIATAN :

  1. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  3. Program kerja HIMAFI periode 2009-2010 FMIPA Universitas Udayana.

BENTUK KEGIATAN :

  1. Tingkat SD
    • Tes Tulis
  2. Tingkat SMP
    • Tes Tulis
    • Cerdas-Cermat
  3. Tingkat SMA
    • Tes tulis
    • Final berupa Experimen (diambil dari 10 nilai terbaik)

WAKTU, TEMPAT, DAN PELAKSANAAN :

SMP & SMA

SD

Hari

Selasa

Rabu

Tanggal

25 Oktober 2011

26 Oktober 2011

Waktu

09.00 – selesai

Tempat

Kampus UNUD Bukit Jimbaran

PERSYARATAN PESERTA

1. Syarat Umum

  • Peserta adalah siswa-siswi SD Se-Bali dan SMP/SMA se-Jawa Bali Nusra.
  • Mengisi fomulir pendaftaran.
  • Menyerahkan pas photo 2×3 (2 lembar).
  • Peserta tidak dapat diwakilkan.
  • Peserta tidak dapat mengikuti lebih dari satu bidang lomba.
  • Peserta mematuhi peraturan yang telah ditentukan.
  • Pembatalan dapat dilakukan selambat-lambatnya dua hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
  • Guru pendamping maksimal 2 orang setiap sekolah.
  • Peserta yang telah terdaftar tidak boleh diganti

2. Syarat Khusus

a) Tes Tulis

  • Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu peserta.
  • Membawa alas & alat tulis.
  • Membayar kontribusi sebagai berikut :
  • SMP dan SMA sebesar Rp. 80.000,-/peserta
  • SD sebesar Rp Rp. 75.000,-/peserta

b) Cerdas-cermat SMP

  • Setiap regu terdiri dari 2 orang.
  • Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu regu.
  • Jika jumlah peserta yang terdaftar keseluruhannya lebih dari 8 regu, maka akan dilakukan babak penyisihan awal berupa tes tulis beregu.
  • Peserta SMP wajib melakukan registrasi ulang paling lambat hari Senin, 24 Oktober 2011 pukul 14.00 WITA.
  • Pendaftaran diluar waktu yang telah ditentukan tidak akan dilayani oleh panitia.
  • Membayar kontribusi sebesar Rp. 100.000,-/regu.

INFORMASI DAN TEMPAT PENDAFTARAN :

  1. Sekretariat HIMAFI gedung FK Kampus Bukit Jimbaran telp. 0361-701954, ext.246.
  2. Contact person :
  • Wahyuliati  : 08813627281
  • Erika : 081999883981
  • Desi : 085237856471

Untuk informasi dan pendaftaran langsung di sekretariat HIMAFI dapat dilakukan pada hari kerja mulai pukul 09.00 – 14.00 WITA, dan melalui contact person mulai pukul 09.00 – 18.00 WITA.

FASILITAS :

  • Piagam
  • Block Note
  • Stopmap
  • Makan
  • Name Tag
  • Snack

MEMPEREBUTKAN

Untuk Tingkat SD :

  • Piala Bergilir Rektor UNUD.
  • Piala Tetap Dekan FMIPA UNUD dan Piala Tetap Jurusan Fisika FMIPA UNUD.

Untuk Tingkat SMP dan SMA

  • Piala Bergilir Dinas Pendidikan Propinsi Bali.
  • Piala Tetap Rektor UNUD, Dekan FMIPA UNUD dan Piala Tetap Jurusan Fisika FMIPA UNUD.

PLUS UANG PEMBINAAN BAGI SETIAP PEMENANG PERTAMA BIDANG LOMBA

SELURUH PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN DITUTUP HARI SENIN TANGGAL 24 OKTOBER 2011 PUKUL 18.00 WITA,

PANITIA TIDAK MELAYANI PENDAFTARAN MELEWATI TANGGALYANG TELAH DITETAPKAN

Pembayaran dapat dilakukan melalui :

  • Transfer

Bank Mandiri cabang veteran
No. Rek. 145-00-0709623-9
a.n. Ni Nyoman Putri Windari

Bukti pembayaran dan pendaftaran dikirim melalui fax : 0361-703137

  • Pembayaran langsung

(sekretariat HIMAFI gedung FK Kampus Bukit Jimbaran)


Published by Putu Widyatmika on 20 Aug 2011

Workshop Kurikulum PS Fisika FMIPA UNUD

Revisi kurikulum ibarat memakai sarung, demikian kalimat awal yang disampaikan oleh narasumber dalam Workshop Kurikulum 2011 PS Fisika FMIPA UNUD tanggal 19 Agustus 2011. Workshop yang dibuka oleh Pembantu Dekan I FMIPA UNUD tersebut menampilkan narasumber Drs. Pekik Nurwantoro, M.Si, Ph.D dari Jurusan Fisika FMIPA UGM dan diikuti oleh seluruh staf dosen.  Monitoring dan Evaluasi (monev) kurikulum secara berkala dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan terkini pada institusi maupun stakeholder. Dari definisi tersebut, titik berat perhatian saat melakukan proses monev dan antisipasi penyusunan kurikulum adalah bukan hanya pada list atau daftar mata kuliah yang ditawarkan namun juga pada metode penyampaian (method of delivery) dan assessment proses pembelajaran.

Mekanisme evaluasi dilakukan dengan melihat ke belakang untuk mengkaji pelaksanaan kurikulum yang sedang berjalan dan melihat ke depan untuk mencari potensi perbaikan kurikulum yang akan dijalankan. Sebagai tindak lanjut evaluasi, universitas hendaknya menyusun muatan lokal institusi sebagai payung arah pengembangan kurikulum, fakultas bersama jurusan perlu membuat rumusan kompetensi bagi setiap Program Studi (PS) yang dinaungi. Pekik Nurwantoro yang juga menjabat sebagai Pembantu Dekan bidang akademik FMIPA UGM lebih lanjut menambahkan perlunya dilakukan benchmarking bidang ilmu dari institusi terkait, sesuai dengan rencana strategis institusi, masukan alumni dan stakeholders.  Narasumber juga memaparkan beberapa contoh hasil evaluasi yang dilakukan di FMIPA UGM serta melakukan benchmarking dengan sebuah institusi di luar negeri (NTU). Pekik juga mengisyaratkan rambu-rambu yang harus ditaati dalam proses evaluasi dan penyusunan kurikulum diantaranya Kepmendiknas No 232/U/2000, Kepmendiknas Nomor 045/U/2002, UU RI Nomor 20 tahun 2003, PP RI Nomor 19 tahun 2005, SK Rektor, SK Dekan, Keputusan Senat dan lainnya serta Draf Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Published by Putu Widyatmika on 19 Jul 2011

Senang Bisa Berbagi …… !!!!!

Ketika saya mengutak-atik beberapa software untuk simulasi diantaranya TASM, Multimedia Builder, DSCH2 dan Circuit Maker for Student, saya jadi teringat punya banyak “barang simpanan” di dunia maya. Apalagi kalau bukan www.4shared.com, sebuah portal yang digunakan kebanyakan orang untuk menyimpan dan berbagi berkas. Biasa …… kita Indon pastilah pakai yang gratisan, tapi lumayan juga kapasitas penyimpanannya yang maksimal 10 GB. Lama tidak memperhatikan jumlah “view” dari berkas yang saya upload, dalam hati saya tersenyum juga. Ternyata jumlah “orang” yang mengakses cukup lumayan. Ini dia daftar 10 besarnya, salam berbagi ……….. thanks 4shared.

ITEM

JENIS

DILIHAT

TASM

Software

549

Handbook of Modern Sensors Physics Designs and Applications

Buku

543

Soft Skills Key to Your Success

Handout

501

Top Ten Skills for Success

Handout

325

Introduction to the Basic Concepts of Modern Physics

Buku

215

FI319820 Fisika Modern I

Silabus, Time Table

133

Physics of the Life Science

Buku

166

Buku Pengembangan Soft Skills 2008

Buku

103

Wave Optics

Handout

96

Pengukuran Karakteristik Dioda

Handout

90

Reflection and Refraction of Light

Handout

71

Published by Putu Widyatmika on 07 Jun 2011

UAS Fisika Tomografi

Bagi mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNUD yang mengambil mata kuliah Fisika Tomografi, soal UAS bisa diunduh di sini. Terima kasih

Published by Putu Widyatmika on 30 May 2011

Tracer Study Jurusan Fisika FMIPA UNUD 2011

Dalam rangka meningkatkan relevansi pendidikan di Jurusan Fisika FMIPA UNUD dengan tuntutan pasar kerja, perkembangan ilmu dan teknologi, serta keinginan untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan maka dilaksanakan riset tentang lulusan/alumni Jurusan Fisika FMIPA UNUD.

Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan kami mohon partisipasi dan kese­diaan Bapak/Ibu sebagai alumni dan sebagai pengguna lulusan (stakeholder) untuk meluangkan waktu mengisi kuesioner (terlampir).  Bagi Bapak/Ibu yang akan mengirimkan kuesioner yang telah diisi lewat surat elektronik (e-mail), kami sarankan untuk mengirimnya sebagai attachment ke :  idy_sadeva@yahoo.com atau postmaster@fisika.unud.ac.id.

Demikian kami sampaikan, atas bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terimakasih.

Kuesioner untuk alumni dapat didownload di sini.

Kuesioner untuk pengguna dapat didownload di sini.

Daftar alumni dapat didownload di sini.

Published by Putu Widyatmika on 05 Apr 2011

One Of The World’s Last Uncontacted Tribes

Foto baru yang ditemukan Survival International menunjukkan suku Indian terasing yang tidak pernah dilihat secara detail sebelumnya. Suku ini hidup di Brazil, dekat perbatasan dengan Peru, dan pernah ditampilkan dalam episode ‘Jungle‘ di BBC1. Foto-foto tersebut diambil oleh Brazil’s Indian Affairs Department sebagai bagian dari kampanye untuk melindungi wilayah suku Indian itu. Lembaga ini mengungkapkan keberadaan sebuah komunitas yang berkembang sehat dengan keranjang penuh ubi dan pepaya segar dari kebunnya. Kelangsungan hidup Suku ini berada dalam bahaya yang serius sebagai akibat dari masuknya penebang liar di perbatasan Peru. Otoritas Brasil percaya masuknya penebang liar telah  mendorong hijrahnya suku Indian tersebut dari Peru ke Brazil. Lembaga Survival International dan LSM lainnya  telah berkampanye selama bertahun-tahun menekan pemerintah Peru untuk bertindak tegas dalam pembalakan liar ini.

Tahun lalu sebuah organisasi dari Amerika, Upper Amazon Conservancy, melakukan beberapa overflights di sisi Peru dan mengungkapkan bukti pembalakan liar di kawasan yang dilindungi. Marcos Apurinã, koordinator organisasi Brazil’s Amazon Indian (COIAB) mengatakan “Ini adalah perlu untuk menegaskan kembali bahwa orang-orang ini ada, jadi kami mendukung penggunaan gambar yang membuktikan fakta ini. Orang-orang ini memiliki hak-hak mereka yang paling mendasar, khususnya hak untuk hidup. Oleh karena itu penting bahwa kita harus melindungi mereka”.

Pemimpin Indian terkenal Davi Kopenawa Yanomami mengatakan, “Tempat di mana orang Indian hidup, ikan, berburu dan tumbuhan harus dilindungi. Itulah sebabnya sangat berguna untuk menunjukkan foto-foto orang Indian terasing bagi seluruh dunia untuk mengetahui bahwa mereka ada di hutan miliknya dan bahwa pihak berwenang harus menghormati hak mereka untuk tinggal di sana”. Seorang presenter TV Bruce Parry mengatakan bahwa melindungi tanah di mana suku terasing hidup adalah kepentingan global. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana memperkenalkan mereka kepada dunia kita tanpa menimbulkan trauma mengerikan. Adalah hak mereka untuk memutuskan kapan mereka ingin bergabung dengan dunia kita.

“Penebang liar akan menghancurkan suku ini. Penting bahwa pemerintah Peru harus menghentikan mereka sebelum waktu habis”, demikian direktur Survival International Stephen Corry. Orang-orang dalam foto ini jelas-jelas sehat dan berkembang. Apa yang mereka butuhkan dari kita adalah wilayah mereka haruslah dilindungi, sehingga mereka dapat membuat pilihan mereka sendiri tentang masa depan mereka. Corry juga menambahkan bahwa “Daerah ini sekarang memiliki resiko nyata, dan jika gelombang pembalakan liar tidak berhenti cepat, masa depan mereka akan diambil dari tangan mereka. Ini bukan hanya kemungkinan, tapi sejarah yang tak terbantahkan, ditulis ulang di makam suku-suku yang tak terhitung selama lima abad terakhir”.

(Disadur dan diterjemahkan secara bebas dari http://www.epidemicfun.com, photos by : http://www.uncontactedtribes.org )

Published by Putu Widyatmika on 31 Mar 2011

What Is Deja Vu?

If you want to know what is déjà vu, you have come to the right place. This is a feeling that a person gets in a new situation of having faced or experienced that situation previously. In other words, when a person experiences a new situation, he or she feels that the situation is familiar as it occurred at some point in their lives in the past.

The term déjà vu was coined by a French psychologist named Emile Boirac when writing an essay about this particular phenomenon. To make matters more confusing, there are different kinds of Déjà vus.

Déjà senit is a feeling from the past is similar to the feeling that the person is experiencing in the present. In this, the 2 experiences have some kind of similarity and hence, the person feels that he or she has experienced it previously in the past.

Then there is Déjà vecu. In this, everything taking place in the present feels as though it is identical to the events that occurred previously in the past. In this feeling, the person may also be able to tell what event is going to take place next in series of events. Basically, in Déjà vecu, the person is able to foretell what s going to occur in the near future and feels that he or she has lived through it previously in the past.

Finally, there is Déjà visite. In this, the person will know about a place that he or she has never visited. The person will be able to describe the topography and geography of the place even though he or she has never visited or been to that place ever in their life.

A Déjà vu is so mysterious and not much is known about it, researchers claim that this feeling is often associated to mental ailments such as neurological disorders, anxiety and schizophrenia. However, the researchers have not been able to link mental disorders with this feeling. So, it is still not clear how some people experience this feeling, while others do not. Nonetheless, some studies have shown that this feeling may arise in people who have a problem with the working of the electrical system present in the brain.

Also, taking certain medications can invoke this feeling. The medications that are known to cause this strange feeling include amantadine and phenylpropanolamine. There are also claims that Déjà vu can occur due to an allergic reaction to certain drugs. There are some medications that cause hyper-dopaminergic reaction in the mesial temporal region of the brain and when a person experiences this reaction, he or she may have Déjà vu.

Published by Putu Widyatmika on 03 Mar 2011

Temu Alumni Jurusan Fisika FMIPA UNUD 2011

Sebagai bentuk sumbangsih alumni terhadap Jurusan dan untuk melengkapi data borang dalam rangka akreditasi Jurusan Fisika FMIPA UNUD 2011, kami mengundang rekan-rekan alumni untuk menghadiri acara “Temu Alumni” yang akan diselenggarakan nanti pada

Hari/tgl         : Sabtu, 12 Maret 2011

Waktu           : 09.00 WITA - selesai

Tempat         : Ruang Sidang Rektorat Lantai III UNUD, Kampus Bukit Jimbaran

Bagi alumni yang ikut berpartisipasi dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp. 50.000,-. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi saudara/i  Erika (081999883981) dan Beny (08174778668). Atas partisipasi dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

NB : Surat undangan dapat diunduh di sini.

Published by Putu Widyatmika on 13 Jan 2011

Beasiswa Bidik Misi 2011

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2011 meluncurkan program beasiswa Bidik Misi untuk memberikan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada 20.000 mahasiswa  baru yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di 104 perguruan tinggi penyelenggara.

Bagi adik-adik calon mahasiswa, rekan-rekan guru saya persilahkan untuk mengunduh formulir pendaftaran dan panduan bidik misi 2011. Informasi selengkapnya bisa menghubungi perguruan tingggi negeri (PTN) terdekat atau yang akan dituju. Terima kasih.

Published by Putu Widyatmika on 02 Jan 2011

Kisi Kisi UAS Fisika Modern I 2010/2011

Bagi mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNUD yang mengambil mata kuliah Fisika Modern I, kisi-kisi soal UAS dapat diunduh di sini. Terima kasih.

Published by Putu Widyatmika on 23 Dec 2010

Material yang namanya Graphene

Barang sederhana itu ternyata membuka jalan bagi penemuan besar. Andre Geim dan Konstantin Novoselov sedang mencari akal bagaimana mengambil contoh material dari grafit, bahan yang biasa dipakai untuk pensil. Kedua ilmuwan kelahiran Rusia itu sedang berupaya menengok lapisan paling tipis dari grafit sampai pada ikatan atom-atom karbonnya.

Mereka pun mencoba memakai selotip buatan pabrik 3M (scotch tape) yang sudah terkenal daya lekatnya itu. Selotip besar itu ditempelkan di grafit untuk mengambil sampel serbuk-serbuk karbonnya. Dengan metode sederhana itu, keduanya kemudian menulis hasil penelitian atas lapisan ikatan atom karbon di grafit, yang dikenal dengan nama graphene, dalam jurnal Nature Materials tahun 2007. Tiga tahun kemudian, Geim dan Novoselov diganjar hadiah nobel bidang fisika karena berhasil mengambil sampel graphene dan mempelajarinya, berkat sebuah selotip.

Apa istimewanya selotip Scotch? Perangkat itu sebelumnya telah banyak membantu berbagai penelitian di laboratorium. Atas jasanya, manusia kini menemukan graphene, materi dalam bentuk lembaran paling tipis yang pernah ditemukan manusia. Tersusun atas atom karbon dalam kerangka segi enam yang berbentuk seperti sarang lebah, bila diperbesar graphene akan tampak seperti kawat kasa.

Andre Geim dan Konstantin Novoselov


Graphene merupakan material baru yang memiliki sifat elektronik unggul, di antaranya adalah  mobilitas pembawa muatan yang tinggi. Sifat ini dan lainnya menyebabkan graphene banyak diteliti, baik secara teori maupun eksperimental. Grafit sebagai bahan graphene adalah salah satu bentuk alami karbon. Satu milimeter grafit terdiri atas tiga juta lapisan graphene yang berdiri satu sama lain, tapi dalam susunan yang lemah. Namun, bila grafit itu diiris tipis-tipis menggunakan selotip hingga tersisa satu lapisan tunggal atom saja dengan metode chemical exfoliation (pengelupasan kimiawi) yang ditemukan Geim dan Novoselov enam tahun lalu, akan menjadi material yang sangat kuat. Meski tak lebih tebal dari sebuah atom, kekuatan graphene memang 100 kali lebih kenyal daripada baja. Sifat tipis dan kuat saja tak cukup untuk menggambarkan kelebihan material ini. Graphene memiliki sifat penghantar (konduktivitas) listrik yang tinggi, seperti halnya tembaga. Massa efektif elektronnya bernilai nol dengan pita celah energi (band gap) juga nol. Elektron-elektron di dalamnya pun bersifat relativistik, yang berarti kecepatannya tinggi. Tiga sifat elektron graphene ini membuatnya sangat cocok dipakai dalam aplikasi elektronika. Graphene juga hampir transparan, dengan persentase cahaya yang diserap hanya sekitar 2,3 %. Ini berarti graphene bisa dipakai sebagai lapisan konduktor transparan, seperti panel sel surya. Maka, aplikasi graphene di masa datang bisa dimanfaatkan untuk membuat komputer berkecepatan tinggi, pesawat terbang dengan berat super ringan, dan layar sentuh transparan.

Graphene

Andre Geim (51 tahun) menyebutnya material yang bisa mengubah kehidupan manusia, seperti halnya penemuan polimer (plastik) 100 tahun lalu. “Dia memiliki semua potensi untuk mengubah kehidupan Anda seperti halnya yang telah dilakukan oleh plastik. Ini benar-benar sangat menarik,” kata ilmuwan yang kini mengajar di Universitas Manchester, Inggris, ini. Jadi, akankah graphene akan menggantikan peran yang telah diemban plastik di masa mendatang, mengingat ketipisan dan kekuatannya itu? Menurut Michael Strano, kimiawan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), mencoba untuk memprediksi penggunaan graphene bukan hal mudah.

Akan tetapi, dia dan ilmuwan lain punya beberapa harapan. Barang elektronik yang berbahan graphene membuat kerja transistor makin cepat. Transistor merupakan komponen kunci sirkuit elektronik. Ini akan menjadikan kinerja komputer menjadi lebih baik. Rangkaian elektronik yang terbuat dari graphene, bahkan dikabarkan dapat mencapai kecepatan satu terahertz (THz) atau 300-400 kali kecepatan prosesor Pentium saat ini.

Dengan sifatnya yang transparan, graphene berpotensi menggantikan bahan film oksida logam berbasis indium yang selama ini dipakai untuk layar LCD televisi dan telepon seluler. Padahal, bahan indium semakin mahal karena jumlahnya terbatas. Ini bisa menjadi solusi baru teknologi layar sentuh atau panel surya.

“Kekuatannya yang luar biasa dapat pula untuk membuat material komposit baru yang superkuat sekaligus super ringan, yang bisa digunakan untuk bahan rancang bangun pesawat, mobil, dan satelit,” tambah Komite Nobel. United States Geological Survey Mineral Resources Program mencatat, pada tahun 2007 produksi grafit (sebagai bahan graphene) dunia mencapai 1,11 juta ton. Sayangnya, produksi bahan graphene secara massal belum ada sehingga belum digunakan untuk membuat produk konsumen. “Kebanyakan ilmuwan mempelajarinya untuk mengetahui dasar fisikanya,” kata Strano.

Joseph Stros cio, fisikawan di National Institute of Standards and Technology, memperkirakan, butuh waktu 5-10 tahun sebelum graphene diproduksi massal. Para peneliti masih tetap mencoba mencari cara praktis membuat graphene murni dalam jumlah banyak, seperti halnya membuat selotip. Yang jelas, produksi massal graphene tentu tak lagi memakai selotip Scotch 3M.

Sifat-sifat graphene yang eksotis telah menarik perhatian para ahli fisika yang ingin menelitinya, dan ahli nanoteknologi yang ingin mengeksploitasinya untuk membuat peralatan-peralatan mekanik dan elektrik baru. “Terdapat dua gambaran yang membuat graphene luarbiasa,” kata Kirill Bolotin, yang baru saja bergabung dengan Vanderbilt Department of Physics and Astronomy sebagai asisten profesor. “Pertama, stuktur molekulnya sangat tahan terhadap kerusakan. Para peneliti harus membuatnya dengan buatan tangan untuk meneliti efek-efek yang dimilikinya. Kedua, elektron-elektron yang membawa muatan listrik berjalan jauh lebih cepat dan umumnya berperilaku seolah-olah mereka mempunyai massa yang jauh lebih kecil daripada jika mereka melewati logam-logam atau superkonduktor biasa.”

Memahami sifat-sifat elektrik graphene adalah penting karena tidak seperti material lainnya yang digunakan dalam industri elektronik, tetap stabil dan menghantarkan dalam skala molekuler. Sebagai akibatnya, ketika teknologi silikon terbaru mencapai batas miniaturnya yang fundamental pada tahun-tahun mendatang, graphene dapat sangat baik menggantikannya. Sementara, beberapa ahli fisika teori tertarik pada graphene untuk suatu alasan yang sangat berbeda : graphene memberikan suatu cara baru untuk menguji teori mereka (dari berbagai sumber).

Published by Putu Widyatmika on 10 Nov 2010

Digital Measurement of Angular Position and Velocity

Another type of angular position encoder, besides the angular encoder  is the slotted encoder shown in Figure 1.This encoder can be used in conjunction with a pair of counters and a high-frequency clock to determine the speed of rotation of the slotted wheel.

Fig. 1

Fig. 2

As shown in Figure 2, a clock of known frequency is connected to a counter while another counter records the number of slot pulses detected by an optical slot detector as the wheel rotates. Dividing the counter values, one could obtain the speed of the rotating wheel in radians per second. For example, assume a clocking frequency of 1.2 kHz. If both counters are started at zero and at some instant the timer counter reads 2,850 and the encoder counter reads 3,050, then the speed of the rotating encoder is found to be:

1,200 cycles/second x (2,850 slots/3,050 cycles) = 1,121.3 slots/second

and 1,121.3 slots per second × 1 degree per slot × 2π/360 rad/degree = 19.6 rad/s

If this encoder is connected to a rotating shaft, it is possible to measure the angular position and velocity of the shaft. Such shaft encoders are used in measuring the speed of rotation of electric motors, machine tools, engines, and other rotating machinery. A typical application of the slotted encoder is to compute the ignition and injection timing in an automotive engine. In an automotive engine, information related to speed is obtained from the camshaft and the flywheel, which have known reference points. The reference points determine the timing for the ignition firing points and fuel injection pulses, and are identified by special slot patterns on the camshaft and crankshaft. Two methods are used to detect the special slots (reference points): period measurement with additional transition detection (PMA), and period measurement with missing transition detection (PMM). In the PMA method, an additional slot (reference point) determines a known reference position on the crankshaft or camshaft. In the PMM method, the reference position is determined by the absence of a slot.

Fig. 3

Figure 3 (up)  illustrates a typical PMA pulse sequence, showing the presence of an additional pulse. The additional slot may be used to determine the timing for the ignition pulses relative to a known position of the crankshaft. Figure 3 (bottom) depicts a typical PMM pulse sequence. Because the period of the pulses is known, the additional slot or the missing slot can be easily detected and used as a reference position. How would you implement these pulse sequences using ring counters?

Published by Putu Widyatmika on 12 Oct 2010

Tugas I Fisika Modern I

Bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Fisika Modern I, tugas I bisa diunduh di sini. Tugas dikumpulkan paling lambat pada hari Rabu, 19 Oktober 2010. Terima kasih.

Published by Putu Widyatmika on 22 Sep 2010

Practical Uses of Radioactivity : Carbon Dating of the Iceman

Carbon Dating The beta decay of 14C is commonly used to date organic samples. Cosmic rays (high-energy particles from outer space) in the upper atmosphere cause nuclear reactions that create 14C from 14N. In fact, the ratio of 14C to 12C (by numbers of nuclei) in the carbon dioxide molecules of our atmosphere has a constant value of about 1.3 x 10-12, as determined by measuring carbon ratios in tree rings. All living organisms have the same ratio of 14C to 12C because they continuously exchange carbon dioxide with their surroundings. When an organism dies, however, it no longer absorbs 14C from the atmosphere, so the ratio of 14C to 12C decreases as the result of the beta decay of 14C. It’s therefore possible to determine the age of a material by measuring its activity per unit mass as a result of the decay of 14C. Through carbon dating, samples of wood, charcoal, bone, and shell have been identified as having lived from  1000 to 25000 years ago.

This knowledge has helped researchers reconstruct the history of living organism-including human-during that time span. A particularly interesting example is the dating of the Dead Sea Scrolls. This group of manuscripts was first discovered by a young Bedouin boy in a cave at Qumran near the Dead Sea in 1947. Translation showed the manuscripts to be religious documents, including most of the books of the Old Testament. Because of their historical and religious significance, scholars wanted to know their age. Carbon dating applied to fragments of the scrolls and to the material in which they were wrapped established that they were about 1950 years old. The scrolls are now stored at the Israel museum in Jerusalem.

In 1991, a German tourist discovered the well-preserved remains of a man trapped in a glacier in the Italian Alps. Radioactive dating of a sample of bone from this hunter - gatherer, dubbed the “Iceman,” revealed an age of 5300 years. Why did scientists date the sample using the isotope 14C, rather than 11C, a beta emitter with a half-life of 20.4 min?

14C has a long half-life of 5730 years, so the fraction of 14C nuclei remaining after one half-life is high enough to accurately measure changes in the sample’s activity. The 11C isotope, which has a very short half-life, is not useful, because its activity decreases to a vanishingly small value over the age of the sample, making it impossible to detect. If a sample to be dated is not very old-say, about 50 years-then you should select the isotope of some other element with half-life comparable to the age of the sample. For example, if the sample contained hydrogen, you could measure the activity of 3H (tritium), a beta emitter of half-life 12.3 years. As a general rule, the expected age of the sample should be long enough to measure a change in activity, but not so long that its activity can’t be detected.

Published by Putu Widyatmika on 20 Aug 2010

Olimpiade Fisika XVIII Jurusan Fisika FMIPA UNUD 2010

HIMPUNAN MAHASISWA FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS UDAYANA

Menyelenggarakan

OLIMPIADE FISIKA XVIII

Tingkat SMP & SMA SE-Jawa BALI NUSRA

dan

Kompetisi Sains IV Tingkat SD Se-Bali

LATAR BELAKANG KEGIATAN :

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tiap detik dunia  berkembang sangat pesat, tiap menit ditemukan teknologi-teknologi baru. Semua hal itu tak lepas dari peranan “sains“, yang merupakan dasar dari semua perkembangan dan kemajuan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan alam pun sangat diperlukan, guna mengantarkan, Indonesia sebagai  negara yang inovatif di bidang sains dan teknologi. Seiring dengan hal tersebut, HIMAFI FMIPA UNUD turut berpartisipasi secara aktif melalui Olimpiade Fisika XVIII, dengan tema kegiatan  ”Olimpiade Fisika Sebagai Langkah Meningkatkan Intelektualitas Sains Dengan Berkompetisi Secara Sportif dan Kompetitif “.

DASAR KEGIATAN :

  1. Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  3. Program kerja HIMAFI periode 2009-2010 FMIPA Universitas Udayana.

BENTUK KEGIATAN :

I.      Tingkat SMA

  1. Tes Tulis
  2. Cerdas-Cermat
  3. Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)

II.      Tingkat SMP

  1. Tes Tulis
  2. Cerdas-Cermat

III.     Tingkat SD

  1. Tes tulis

WAKTU,  TEMPAT, DAN PELAKSANAAN :

SMP & SMA

SD

Hari

Rabu

Kamis

Tanggal

10 November 2010

11 November 2010

Waktu

09.00 - selesai

Tempat

Kampus UNUD Bukit Jimbaran

PERSYARATAN PESERTA

1.Syarat Umum

  1. Peserta adalah siswa-siswi  SD Se-Bali dan SMP/SMA  se-Jawa Bali Nusra.
  2. Mengisi fomulir pendaftaran.
  3. Menyerahkan pas photo 2×3 (2 lembar).
  4. Peserta tidak dapat diwakilkan.
  5. Peserta tidak dapat mengikuti lebih dari satu bidang lomba.
  6. Peserta mematuhi peraturan yang telah ditentukan.
  7. Pembatalan dapat dilakukan selambat-lambatnya dua hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
  8. Guru pendamping maksimal 2 orang setiap sekolah.
  9. Peserta yang telah terdaftar tidak boleh diganti

2. Syarat Khusus

a) Tes Tulis

  1. Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu peserta.
  2. Membawa alas & alat tulis.
  3. Membayar kontribusi sebagai berikut :
  • SMP dan SMA sebesar Rp. 80.000,-/peserta.  Kolektif dengan kelipatan 5 orang Rp. 350.000,-/sekolah.
  • SD sebesar Rp Rp. 60.000,-/peserta. Kolektif dengan kelipatan 5 orang Rp. 250.000,-/sekolah.

b) Cerdas-cermat

  1. Setiap regu terdiri dari 2 orang.
  2. Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu regu.
  3. Jika jumlah peserta yang terdaftar keseluruhannya lebih dari 8 regu, maka akan dilakukan babak penyisihan awal berupa tes tulis beregu.
  4. Peserta (SMP/SMA) wajib melakukan registrasi ulang paling lambat hari Senin, 8 November 2010 pukul 14.00 WITA. Pendaftaran diluar waktu yang telah ditentukan tidak akan dilayani oleh panitia.
  5. Membayar kontribusi sebesar Rp. 100.000,-/regu.

c) LKTI

  1. Setiap regu terdiri dari 2 orang.
  2. Jenis karya tulis yang dilombakan adalah penelitian.
  3. Tema karya tulis bersifat bebas namun berhubungan dengan ilmu Fisika dan Teknologi
  4. Karya tulis belum pernah diikutkan dalam presentasi ilmiah baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional.
  5. Bagi karya tulis yang diketahui pernah diikutkan dalam presentasi ilmiah baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional, akan di diskualifikasi.
  6. Khusus untuk LKTI perlombaan dimulai hari Senin, Rabu dan Kamis tanggal 8, 10 dan 11 November 2010 (jadwal kegiatan lomba ditentukan panitia)
  7. Setiap sekolah dapat mengirim lebih dari satu regu.
  8. Setiap karya tulis yang dikirim minimal rangkap tiga.
  9. Seluruh karya tulis yang telah dikirim akan diseleksi oleh panitia.
  10. Panitia hanya menyediakan alat peraga berupa LCD (peserta diperbolehkan membawa alat peraga sendiri)
  11. Karya tulis diterima oleh panitia paling lambat  tanggal 30 Oktober 2010 disertai dengan biaya kontribusi sebesar Rp 25.000,-/regu
  12. Bagi karya tulis yang lulus seleksi wajib melakukan registrasi ulang dengan membayar kontribusi kembali sebesar Rp. 100.000,-/regu
  13. Peserta wajib memberikan alamat lengkap dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

INFORMASI DAN TEMPAT PENDAFTARAN :

  1. Sekretariat HIMAFI gedung FK Kampus Bukit Jimbaran telp. 0361-701954,  ext.246.
  2. Contact person :
  • Erika                : 0361 3376763
  • Desi                 : 081805520088
  • Mamank          : 085737279864

Untuk informasi dan pendaftaran langsung di sekretariat HIMAFI dapat dilakukan pada hari kerja mulai pukul 09.00 - 14.00 WITA, dan melalui contact person mulai pukul 09.00 - 18.00 WITA.

FASILITAS : Piagam, Block Note, Stopmap, Makan, Name Tag, Snack

MEMPEREBUTKAN

Untuk Tingkat SD :

  • Piala Bergilir Rektor UNUD.
  • Piala Tetap Dekan FMIPA UNUD dan Piala Tetap Jurusan Fisika FMIPA UNUD.

Untuk Tingkat SMP dan SMA

  • Piala Bergilir  Dinas Pendidikan Propinsi Bali.
  • Piala Tetap Rektor UNUD, Dekan FMIPA UNUD dan Piala Tetap Jurusan Fisika FMIPA UNUD.

*PLUS UANG PEMBINAAN BAGI SETIAP    PEMENANG PERTAMA BIDANG LOMBA*

SELURUH PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN DITUTUP HARI SENIN TANGGAL 8 NOVEMBER 2010 PUKUL 18.00 WITA, PANITIA TIDAK MELAYANI PENDAFTARAN MELEWATI TANGGAL YANG TELAH DITETAPKAN !!!

Next »